Pecahkan Rekor MURI, Fakultas Hukum Jadi Pelopor Pelatihan Paralegal PerempuanDisabilitas Pertama di

Surabaya, 5 November 2026 – Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur kembali menorehkan sejarah gemilang di kancah nasional. Sejarah ini diukir dalam ajang pameran inovasi bergengsi kampus, yakni UPN RISE (Research, Innovation & Societal Impact Expo)2026, yang dilaksanakan di Gedung Giri Loka, Kampus UPN “Veteran” Jawa Timur. Dalam pameran unjuk hasil riset dan inovasi sivitas akademika ini, Fakultas Hukum secara resmi menerima penganugerahan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Pencapaian luar biasa ini diraih berkat terobosan fakultas dalam menyelenggarakan program pengabdian masyarakat yang inklusif dan belum pernah dilakukan oleh perguruan tinggi mana pun sebelumnya.

Penghargaan rekor MURI ini dianugerahkan secara spesifik atas pencapaian Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur dalam menginisiasi “Pelatihan Paralegal Perempuan Disabilitas Pertama di Perguruan Tinggi”. Inovasi ini dinilai sebagai langkah nyata dan solutif dalam membongkar hambatan berlapis (multi barriers) yang selama ini membelenggu kelompok perempuan disabilitas. Melalui pembekalan hukum, teknik advokasi, dan pemahaman keparalegalan, para peserta kini memiliki pemahaman hukum acara dan teknik advokasi dan juga memperoleh kepercayaan diri di bidang. Berkat pelatihan selama dua hari, peserta merasa memiliki ruang aman yang inklusif untuk saling menguatkan, sekaligus merasa lebih siap untuk mendampingi sesama saat berhadapan dengan hukum.

Sesi penganugerahan rekor yang berlangsung di panggung UPN RISE 2026 ini berjalan dengan penuh kebanggaan. Momen puncak tersebut diawali dengan penayangan video dokumentasi dan hasil (output) pelaksanaan pelatihan paralegal yang telah sukses digelar pada 1-2 Oktober lalu. Penayangan video tersebut memperlihatkan rekam jejak perjalanan para peserta disabilitas dalam menyerap ilmu hukum, hingga kesan yang mereka rasakan.Visualisasi semangat pelatihan ini berhasil menggugah empati, kebanggaan, dan rasa kagum dari seluruh hadirin yang memenuhi ruangan. Usai penayangan video, acara dilanjutkan dengan seremoni penyerahan piagam rekor MURI secara langsung. Piagam ini diserahkan oleh Customer Relations Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, kepada tim peneliti sekaligus inisiator program dari Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur, yakni Rohmatul Faizah,S.Pd.I., M.Pd.I., dan Abdullah Fikri, S.H.I., M.S.I. Penyerahan piagam ini menjadi simbol presiasi tertinggi atas dedikasi dan kerja keras para dosen dalam merancang program pengabdian yang menjunjung tinggi pemenuhan hak-hak kelompok rentan.

Dalam sambutannya di hadapan para sivitas akademika, Lutfi Syah Pradana mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran pada arsip MURI, belum pernah ada institusi yang menggelar pelatihan paralegal dengan fokus khusus pada perempuan disabilitas. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah berani dan progresif dari Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur. “Inovasi-inovasi baru dari UPN Veteran ini membuka wadah-wadah baru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pada dasarnya, inovasi ini harus terus dikembangkan ke depannya,” pesan Lutfi. Pesan ini menyiratkan harapan besar agartemuan dan inisiatif kampus dapat terus hidup menjadi solusi nyata di lapangan.

Bagi Rohmatul Faizah dan Abdullah Fikri selaku tim inisiator, penghargaan rekor MURI inimerupakan buah dari konsistensi panjang dalam melakukan riset dan pengabdian berbasis inklusivitas. Mereka meyakini bahwa pemberdayaan hukum tidak boleh mengeksklusi siapapun, termasuk penyandang disabilitas yang kerap berhadapan dengan stigma dan diskriminasi. Pengakuan nasional dari lembaga rekor ini memvalidasi bahwa metodologi pelatihan yang mereka rancang, yakni dengan memadukan pendekatan hak asasi manusia(human rights model) dan nilai-nilai hukum, sangat efektif dan relevan dengan kebutuhan peradilan modern.

Penganugerahan rekor MURI pada acara UPN RISE 2026 ini bukanlah sebuah garis finis,melainkan tonggak awal yang memacu semangat pengabdian Fakultas Hukum untuk menjangkau kelompok marjinal yang lebih luas. Keberhasilan yang disaksikan langsung oleh para pemangku kepentingan dalam pameran inovasi ini diharapkan mampu menginspirasiperguruan tinggi lain di Indonesia untuk turut mereplikasi program serupa. Langkah perintis ini sekaligus mengukuhkan komitmen fakultas dalam mengawal tatanan masyarakat yang tidak hanya setara di hadapan hukum (equality before the law), melainkan juga memiliki keterbukaan akses terhadap keadilan (access to justice) secara nyata.

Content Writer: Tsania Zein Fiashan