Belajar dari Kampus Top 50 Global: Magister Hukum Bahas Komprehensif Hukum Perburuhan Lintas Negara

Surabaya, 6 Juli 2026 – Program Studi Magister Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur sukses menggelar webinar internasional yang membahas isu krusial terkait ketenagakerjaan dan kesetaraan gender. Acara ini mengangkat tema utama “Bridging Law and Society: Socio-Legal Perspectives on Labour, Gender, and Regulatory Challenges in Southeast Asia”. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Asri Wijayanti, S.H., M.H. dari UPN “Veteran” Jawa Timur dan Dr. Petra Mahy dari Melbourne Law School, The University of Melbourne, Australia. Melalui pemaparan materi dari kedua narasumber, para peserta diajak untuk melihat lebih dalam bagaimana instrumen hukum berinteraksi dengan realita sosial di masyarakat, sekaligus sebagai jembatan sebelum menyusun paper yang baik.

Dr. Petra Mahy membagikan wawasan mendalam mengenai pendekatan sosio-legal, khususnya dari sudut pandang antropologis, di dalam ruang lingkup penelitian ketenagakerjaan. Beliau menjabarkan hasil studinya melalui proyek penelitian terkait regulasi plural pada lingkungan pekerjaan di sektor restoran yang beroperasi di Indonesia. Pendekatan ini dinilai sangat penting untuk membongkar realita di lapangan yang sering kali luput dari jangkauan teks hukum formal. “Socio-legal and anthropological approaches are essential in labour research to deeply understand how regulations actually operate in reality, just as we can observe through the plural regulation of restaurant workers in Indonesia and cross border labour dispute systems,” tutur Dr. Petra Mahy saat menguraikan pokok bahasan risetnya. Tidak hanya berfokus pada ranah domestik satu negara, analisis komparatif beliau juga meluas pada sistem penyelesaian perselisihan perburuhan di kawasan Asia Tenggara. Melalui riset tersebut, beliau mengambil sampel dinamika penyelesaian sengketa tenaga kerja yang terjadi di Indonesia, Filipina, serta Vietnam guna memberikan gambaran regional.

Tidak hanya itu, dalam pemaparan selanjutnya, Dr. Asri Wijayanti menyoroti pentingnya diagnosis struktural untuk menjembatani kesenjangan antara hukum dan masyarakat, khususnya terkait kesetaraan gender dan tata kelola regulasi di Indonesia. Beliau memaparkan data yang menunjukkan bahwa angkatan kerja di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor informal, yakni mencapai 86,58 juta pekerja atau sekitar 59,19 persen. Sementara itu, jumlah pekerja formal tercatat berada pada angka 84,7 juta orang atau mewakili 40,81 persen dari total populasi angkatan kerja. Untuk menganalisis fenomena tersebut, beliau menggunakan kerangka diagnostik sosio-legal yang menargetkan terciptanya tata kelola regulasi yang efektif, adaptif, serta akuntabel bagi seluruh pekerja.

Penyelenggaraan webinar internasional ini berhasil memantik antusiasme dari para peserta yang hadir secara daring, baik melalui Zoom maupun Youtube. Diskusi yang terbangun selama acara berlangsung membuktikan bahwa isu ketenagakerjaan dan kesetaraan gender di kawasan Asia Tenggara masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Melalui forum akademik ini, Program Studi Magister Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur berkomitmen penuh untuk terus mewadahi pertukaran gagasan berskala global. Harapannya, hasil pemikiran dari para pakar lintas negara ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan literatur hukum, sekaligus menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan yang lebih berkeadilan di masa depan.

Content Writer: Tsania Zein Fiashan