Empat Negara, Puluhan Artikel, ICOLEGURIT 2026 Diseminasikan Hukum dalam Daya Saing Global yang Humanis dan Berdampak

Surabaya, 22 Oktober 2026 — Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) sukses menggelar konferensi internasional “The 4th International Conference of Legal, Human Rights, and Technology” (ICOLEGURIT 2026). Konferensi yang mengangkat tema “International Law in Transition: Navigating Technology, Climate Change and Geopolitical Transformation” ini membahas berbagai dinamika dan tantangan hukum internasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan iklim, serta kondisi geopolitik global. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Hukum UPNVJT ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan pakar hukum dari berbagai negara. Melalui forum tersebut, para peserta memiliki kesempatan untuk bertukar pandangan dan membahas berbagai persoalan hukum internasional, khususnya dalam menghadapi era transformasi digital dan perubahan iklim.

Sesi utama konferensi dipandu oleh moderator Izzah Khairah Basyar, S.H., M.H., dan diawali dengan pemaparan materi dari Dr. Hartinie Binti Abd. Aziz, akademisi Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia, yang hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Dr. Antonio Pedro Marsal, S.H., M.H., dari Maastricht University, Belanda, serta I Nyoman Aji Duranegara, S.H., LL.M. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Dr. Lintang Yudhantaka, S.H., M.H., dari UPNVJT, yang membahas perancangan kontrak bisnis dalam menghadapi disrupsi serta dinamika investasi asing. Rangkaian sesi utama ditutup dengan pemaparan dari Dr. Sascha Hardt, LL.M., akademisi Maastricht University, Belanda, sebelum peserta memasuki sesi registrasi kehadiran dan istirahat.

Salah satu pembahasan yang menjadi sorotan dalam konferensi ini adalah pemaparan Dr. Lintang Yudhantaka, S.H., M.H., sebelum waktu istirahat. Dalam materinya, ia mengulas perbandingan kerangka hukum penanaman modal asing antara Indonesia dan Timor-Leste di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Pembahasan tersebut menyoroti pentingnya fleksibilitas regulasi, pembedaan yang jelas antara klausul force majeure dan hardship, serta transparansi dalam mengantisipasi risiko terhadap rantai pasok global. Seluruh pemaparan materi pada sesi utama ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Fakultas Hukum UPNVJT.

Dalam pembahasannya mengenai perancangan kontrak bisnis yang efektif di tengah kondisi global yang semakin kompleks, Dr. Lintang menekankan pentingnya kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko hukum. “A contract is a risk map—not just a promise” (Kontrak merupakan peta risiko, bukan sekadar janji), menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan melalui materi tersebut. Pernyataan ini menggambarkan bahwa kontrak bisnis tidak hanya mengatur hak dan kewajiban para pihak, tetapi juga berperan penting dalam mengantisipasi risiko serta memberikan pedoman ketika terjadi gangguan maupun sengketa. Ia juga menegaskan pentingnya ketelitian dan kesiapan dalam menyusun kontrak melalui pernyataan, “Design for disruption. Draft with precision. Resolve to completion” (Rancang kontrak untuk menghadapi disrupsi, susun dengan cermat, dan selesaikan sengketa hingga tuntas). Melalui prinsip tersebut, ia menekankan perlunya kontrak bisnis yang mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memberikan kepastian hukum di tengah ketidakpastian global.

Setelah waktu istirahat, kegiatan berlanjut pada siang hari dengan sesi presentasi Call for Papers yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam sesi ini, peserta yang terdiri atas peneliti dan mahasiswa dibagi ke dalam enam ruang presentasi (chambers) sesuai dengan subtema penelitian masing-masing. Topik yang dibahas meliputi hukum siber dan teknologi, hukum lingkungan dan perubahan iklim, geopolitik, serta hak asasi manusia di era digital. Setiap ruang presentasi menjadi wadah diskusi interaktif yang melibatkan pemakalah, penelaah, dan moderator untuk membahas berbagai hasil penelitian secara lebih mendalam dan kritis.

Konferensi internasional ini resmi berakhir setelah seluruh rangkaian presentasi dan diskusi berlangsung dengan lancar. Keberhasilan penyelenggaraan ICOLEGURIT 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Hukum UPNVJT dalam mendukung perkembangan kajian hukum serta memperluas ruang diskusi akademik di tingkat internasional. Partisipasi aktif para peserta dan keterlibatan pakar dari berbagai negara diharapkan dapat mendorong lahirnya kolaborasi akademik yang lebih luas dalam menghadapi tantangan hukum global. Melalui kegiatan ini, kerja sama akademik lintas negara diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan hukum di tingkat internasional.

Content Writer: 

Nadhifa Alyuma Ainun Mahya Efendi

Talethia Rafa Khishi